Menteri Marwan: 90 Persen Anggaran Untuk Program strategis

MARWAN JAFAR dan RakyatJakarta – SEBANYAK 90 persen anggaran dialokasikan untuk membiayai program strategis dan konkret dan untuk mendukung pencapaian kinerja kementerian. Sedangkan biaya gaji dan dukungan birokrasi hanya 10 persen saja.

Hal itu dikatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) (Mendes PDTT) Marwan Jafar di Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Menurut Marwan pemangkasan beberapa anggaran dilakukan secara signifikan, di antaranya biaya perjalanan, biaya operasional, dan program-program yang belum menjadi prioritas pada 2016.

“Kami benar-benar mengevaluasi anggaran-anggaran yang benar-benar dibutuhkan dan yang tidak terlalu penting. Anggaran benar-benar kita fokuskan pada program-program besar saja, agar program berjalan secara maksimal dan tercapai,” kata Marwan.

Terkait hal tersebut,  Marwan juga menetapkan kebijakan Tri Matra Pembangunan Desa, di antaranya Jaring Komunitas Wiradesa, Lumbung Ekonomi Desa, dan Lingkar Budaya Desa.

Marwan mengatakan Tri Matra Pembangunan Desa ini bertujuan untuk menjadi acuan pelaksanaan program dan anggaran secara lebih terfokus dan efisien.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menambahkan Tri Matra Pembangunan menerapkan pada lima agenda utama. Pertama, penguatan kapabilitas masyarakat desa dan masyarakat Desa Adat melalui peningkatan stok pengetahuan dengan melibatkan partisipasi perempuan serta kelompok marjinal lainnya.

Kedua, menggerakkan roda perekonomian desa melalui penguatan usaha ekonomi rakyat, perluasan pasar, peningkatan akses permodalan dan distribusi kepemilikan aset produktif kepada masyarakat miskin.

Ketiga, memperluas akses terhadap sumber daya alam dan penggunaannya secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

Keempat, penyediaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana desa berdasarkan prinsip swakelola. Terakhir, optimalisasi penggunaan dana desa berdasarkan kebutuhan, karakteristik dan tipologi desa melalui penguatan partisipasi masyarakat dan peningkatan kapasitas pendamping desa.

“Pemanfaatan dana tersebut diorientasikan sebesar-besarnya bagi desa sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa nomor 21/2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2016. Dana desa diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa,” tandas Marwan Jafar.

– See more at: http://www.dpp.pkb.or.id/content/menteri-marwan-90-persen-anggaran-untuk-program-strategis#sthash.7TR4p1Hn.dpuf

Politisi PKB Usulkan Tiga Menteri Ini Direshuffle

Kang Maman 2Jakarta – PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) mahfum dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet. Sebab, ada beberapa kementerian yang memang kinerjanya kurang baik.

“Reshuffle kabinet merupakan hak prerogratif presiden. Presiden tentu paling mengetahui kapan diperlukan reshuffle dan tidaknya. Walau kenyataanya ada beberapa kementerian yang kinerjanya di bawah standar. Itu pulalah yang menjadi alasan kenapa presiden berkali-kali mengungkapkan perlunya reshuffle,” ujar Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi PKB (F-PKB) KH Maman Imanulhaq di Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Kang Maman–panggilan akrab politisi PKB itu– mengusulkan agar Presiden Jokowi melakukan reshuffle terhadap beberapa menteri yang dianggap tak mampu menstabilkan harga daging. Padahal, berulang kali orang nomor satu di Indonesia itu meminta agar di bulan suci Ramadan dan Idul Fitri harga daging tidak boleh melebihi angka Rp80 ribu.

“Kenyataanya harga daging masih tinggi. Jadi, beberapa kementerian yang berhubungan dengan daging dan harga daging perlu di-reshuffle. Untuk memotivasi kementerian lainnya agar bekerja maksimal,” katanya.

Lebih konkritnya, kata Kang Maman, ia mengusulkan tiga menteri yang layak direshuffle. Pertama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Amran Sulaiman berkali-kali membicarakan soal harga daging, yang seharusnya itu merupakan kewenangan Menteri Perdagangan (Mendag).

“Mentan kan tugasnya harus menjamin ketersediaan, tapi tidak bisa memenuhi juga,” katanya.

Kedua, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Bambang melukai umat muslim karena anggaran pendidikan Islam dipotong begitu besar tanpa ada rasionalisasi alasan. Padahal, sesuai Nawa Cita, pendidikan Islam sangat diperlukan untuk pembentukan karakter.

Ketiga, Menteri Bappenas Sofyan Djalil. Pasalnya, selama menduduki kursi Kementerian Bappenas, Sofyan belum melakukan apapun untuk kemajuan bangsa ini.

“Walau begitu faktanya, PKB tidak akan mendesak reshuffle karena itu merupakan hak prerogratif Presiden. Kendati isu reshuffle ini membuat beberapa menteri tidak nyaman dan tidak optimal dalam bekerja,” katanya.

– See more at: http://www.dpp.pkb.or.id/content/politisi-pkb-usulkan-tiga-menteri-ini-direshuffle#sthash.jTHdyUGN.dpuf

Kegembiraan Mengisi Bulan Suci Ramadhan di DPP PKB

20160609_191147Jakarta – KEGEMBIRAAN menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tampak di Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sejak hari pertama Ramadhan, DPP PKB di Jalan Raden Saleh Nomor 9 Jakarta Pusat diramaikan oleh kegiatan tadarus Al-Qur’an, shalat maghrib, shalawat Isya dan shalat tarawih berjamaah.

Kegiatan tadarus Al-Qur’an diikuti oleh seluruh staff DPP PKB, pengurus DPP PKB, pengurus DKN Garda Bangsa, dan tenaga ahli Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi PKB. “Bulan Suci Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan dari Allah SWT. Kita ingin meraih keberkahan itu secara bersama-sama. Apalagi di bulan suci Ramadhan pula Al-Qur’an diturunkan. Karena itu alangkah indahnya kita bertadarus membaca Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan,” kata Kepala Kantor DPP PKB Muchlisin Erce di Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Kegiatan tadarus Al-Qur’an dimulai pukul 17.15 WIB hingga memasuki waktu berbuka puasa. Selanjutnya, Shalat Magrib berjamaah dan makan malam. Usai makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Isya berjamaah, salat tarawih dan ditutup dengan Shalat witir.

Kegiatan tadarus sendiri dipimpin langsung Kepala Kantor DPP PKB, Muhlisin Erce. Sedangkan Shalat Magrib dipimpin Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Koordinator Nasional (DKN) Garda Bangsa M Nasir. Sementara Shalat Isya, Tarawih dan Witir diimami H Syaifullah Maksum.

Menurut Kepala Kantor, Muhlisin Erce, kegiatan tadarusan Al-Qur’an dan Shalat Tarawih berjamaah merupakan kegiatan rutin di bulan suci Ramadhan.

“Sebelum waktu berbuka, seluruh staff DPP PKB diwajibkan untuk membaca Al-Qur’an di Musholah ataupun di Graha Gus Dur. Setiap satu orang staff kebagian satu juz Al-Qur’an,” kata Muchlisin Erce.

Kegiatan membaca Al-Qur’an, ujar Muhlisin, sejatinya telah menjadi tradisi di PKB. Hanya saja, kegiatan ini menjadi bernilai spiritualitas tinggi karena dilakukan di bulan suci Ramadhan.

“Tentu dihari-hari biasa kita disibukan dengan pekerjaan. Membaca Al-Qur’an menjadi kegiatan yang jarang kita lakukan, bahkan hampir tidak pernah. Namun, di bulan suci ini kegiatan membaca Al-Qur’an menjadi wajib hukumnya bagi seluruh staff DPP PKB,” tandasnya.

– See more at: http://www.dpp.pkb.or.id/content/kegembiraan-mengisi-bulan-suci-ramadhan-di-dpp-pkb#sthash.OuKDDC3G.dpuf

Pendidikan Kader Pertama untuk Memperkuat PKB

OPEN-peserta-PKP-PKB-foto-bersamaPURWAKARTA – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Purwakarta menggelar Pendidikan Kader Pertama (PKP) di Hotel Intan, Sabtu (4/6).
“Dengan pemateri dari DPW dan DPP partai, kegiatan tersebut diikuti utusan Ranting, PAC dan jajaran DPC juga. Ini merupakan program DPP untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas kader PKB. Tentu, hal ini menjadi momen konsolidasi pengurus partai,” beber Hj. Neng Supartini P, S.Ag dalam sambutannya.

Menurut Ketua DPC PKB Purwakarta itu, PKP PKB dilaksanakan bukan hanya dalam rangka persiapan menghadapi Pilkada saja. Hal ini sudah menjadi kebutuhan partai. “PKP merupakan sistem kaderisasi yang dirancang dan diterapkan di PKB sebagai bagian dari kebutuhan partai yang modern dan memiliki landasan akidah yang kuat, yakni akidah Aswaja (Ahlussunnah Wal Jamaah),” tuturnya.

Politisi perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Purwakarta ini juga menambahkan, program PKP diperuntukan bagi seluruh kader dan simpatisan PKB di level kecamatan dan ranting baik struktural maupun nonstruktural.
“Yang jelas untuk membentuk kader yang militan, solid dan mampu menjadi mesin partai yang memiliki kecakapan politik lokal dan sikap serta perilaku yang berakhlakul karimah,” ujar Teh Neng, begitu dia biasa disapa.

Dia berharap ke depan, kader-kader PKB mampu menjadi kader yang dapat diandalkan baik dalam momentum pemilu maupun pemilukada sebagai mesin partai, maupun dalam kontribusi dalam kepemimpinan NKRI di semua level. “PKP sudah menjadi agenda konsolidasi nasional dan amanat anggaran dasar anggaran rumah tangga PKB hasil Muktamar Surabaya tahun 2014,” ujarnya.

Pantauan Pasundan Ekspres, selesai kegiatan PKP, hadir anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Krisna Mukti. Acara dilanjutkan dengan dialog kader dengan artis sinetron dan bintang iklan yang kini menjadi wakil rakyat itu. (yus/man)

Sumber : http://pasundanekspres.com/pendidikan-kader-pratama-untuk-memperkuat-pkb/

Cak Imin Tegaskan PKB Bukan Partai Pencitraan

Cak Imin - Lantik DPW PKB Jabar

Pekanbaru – KETUA Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Askandar mewanti-wanti seluruh kadernya agar kerja keras, kerja nyata dan selalu berbuat untuk kepentingan rakyat.

“PKB bukan partai pencitraan untuk menaikkan derajat di masyarakat. Namun melalui kerja keras, kerja nyata dan selalu berbuat untuk kepentingan masyarakat. Dengan begitu masyarakat dapat melihat ketulusan dan keberpihakan kita kepada mereka,” katanya, kemarin.

Namun, Cak Imin sapaan H Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi kerja keras kader PKB di Provinsi Riau yang berhasil membesarkan partai lebih baik dari sebelumnya.

Cak Imin berharap kerja keras, kerja cerdas dan selalu berpihak pada masyarakat terus dilakukan sehingga PKB akan menjadi partai pemenang pada Pemilu 2019 mendatang.

“Saya berterima kasih kader PKB di Riau sudah bekerja keras terbukti banyak kader yang duduk di legislatif. Tapi jangan terlena dengan keberhasilan, mari kita tingkatkan kerja keras untuk hasil yang lebih baik,” ajaknya.

Usai membuka Muswil, Sang Pemimpin juga didaulat melantik Ketua dan Pengurus DPC PKB kabupaten/kota se-Provinsi Riau periode 2015-2020.

Ayo Cintai Rempah Indonesia dan Kuliner Nusantara

Cak Imin - Rempah-rempah

Jakarta – PELUNCURAN kamus tesaurus/khazanah bahasa Indonesia baru-baru ini disambut baik Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar. Menurutnya, kehadiran kamus ini penting untuk dapat memperkaya bahasa Indonesia.

“Seneng ada kamus tesaurus bahasa Indonesia terbaru yang diluncurkan. Kamus ini penting, bisa memperkaya bahasa kita lebih mutakhir dan kreatif. Bersyukur kita punya bahasa Indonesia sebagai anugerah untuk bangsa Indonesia. Mempersatukan bangsa dari ratusan suku bangsa,” katanya di Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Menurut Cak Imin–sapaan H Abdul Muhaimin Iskandar– bahasa Indonesia justru mempersatukan dan membangkitkan bangsa Indonesia sebagai sebuah entitas: bangsa Indonesia. Bahkan kata Mas Goenawan Mohamad, tuturnya, bahasa Indonesia itu jembatan pengetahuan dan medium ekspresi bangsa.

“Bayangkan, di Timur Tengah ada 20 negara lebih, tapi hanya satu bahasa, bahasa Arab. Di Amerika Latin begitu juga. Puluhan negara di Amerika Latin, tapi bahasa utama cuma satu, bahasa Spanyol. Bandingkan dengan Indonesia. ratusan suku, satu bahasa,” tuturnya.

Cak Imin berharap bahasa Indonesia dapat memacu masyarakat Indonesia menjadi menjadi lebih kreatif. Namun, itu semua dapat berhasil dengan dukungan pemerintah.

“Jangan terjadi lagi kayak dulu, gejala penumpulan daya nalar masyarakat oleh birokrat melalui bahasa Indonesia. Birokrasi kadang menciptakan bahasa Indonesia dengan pola-pola akronim. Bukan sebagai alat komunikasi. Kadang dengan istilah klise,” katanya.

Ia menambahkan, istilah klise dalam bahasa Indonesia diciptakan pemerintah dalam kerangka kekuasaan dan keamanan. Menyeragamkan sikap dan pikiran masyarakat demi menjaga ketertiban dan keamanan dipaksakan melalui makna kata.

“Hegemonisasi merasuk kemana-mana dan saat bersamaan memudarkan kemajemukan. Semua serba seragam. Lihat aja, saat aparat rame-rame menakuti bahaya komunis, menggunakan kekerasan simbolis. Termasuk menggunakan eufemisme,” kata Cak Imin.

Cak Imin menegaskan, jangan lagi bahasa Indonesia direndahkan maknanya demi kekuasaan. Bahasa Indonesia itu alat perjuangan berpikir. Sumber kecerdasan.

“Baca saja sajak-sajak Chairil Anwar, Amir Hamzah dan lainnya. Betapa indahnya, kreatif, kuatnya bahasa Indonesia melebihi senjata. Kalau bahasa Indonesia kacau, maka masyarakat kita akan kreatif. Jangan ada lagi perumus dan penafsiran tunggal dari makna kata,” tuturnya, seraya berharap, “Semoga makin banyak kamus dalam bahasa Indonesia, dalam bidang apapun, akan membuat kita bangsa kreatif.” (DPP PKB)

Rampak Gendang Ikut Memeriahkan Konferwil GP Ansor Jawa Barat

IMG_20160524_155834

Rampak Gendang dari Paguyuban Pasundan ikut memeriahkan kegiatan pembukaan Konferwil GP Ansor Jawa Barat pada Selasa (14/5). Para muktamirin yang hadir di Aula Islamic Centre Kabupaten Sumedang sangat antusias menyaksikan penampilan kesenian tradisional Jawa Barat tersebut.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat Hendrik Kurniawan mengatakan, “Penampilan rampak gendang merupakan bentuk aplikasi dari tema yang diusung dalam Konferwil GP Ansor saat ini. Adapun tema Konferwilnya yaitu Teguh pada Tradisi, Berbakti pada Negeri”.

Tradisi dan Negeri ibarat satu sisi mata uang dan sudah menjadi sejarah yang tidak bisa dipisahkan. Rampak gendang mewakili kesenian tradisi yang ada di Jawa Barat. Dalam tradisi itu selalu ada kekompakan, gotong royong, kasih sayang, dan kecintaan. Dari tradisi itulah maka akan muncul semangat untuk membangun negeri. Teguh pada tradisi disini bukan menyoal budaya kedaerahan saja, tapi termasuk juga tentang tradisi keagamaan. Khususnya tradisi ubudiah yang suka dilakukan oleh warga NU.

Berbakti kepada negeri bagi GP Ansor bukan hanya isapan jempol belaka. Menurut sejarah GP Ansor ikut dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI. Kemerdekaan NKRI ini bagi GP Ansor bukan dikasih, tapi direbut dari para penjajah. Oleh karena itu bagi GP Ansor, NKRI harga mati, lanjut Hendrik.

GP Ansor Jawa Barat selama ini mempunyai tiga buah komitmen. Pertama komitmen terhadap Islam Ahlusunnah Waljamaah, kedua komitmen terhadap Jamiyyah NU, dan ketiga komitmen terhadap NKRI.

Di tanah air NKRI ini kita bersujud, makan, dan minum. Siapa saja yang akan mengganggu tanah air ini maka GP Ansor siap melawan. Semoga dengan semangat menjaga tradisi, Negeri Indonesia akan semakin kuat. Dan GP Ansor akan terus mengawal dan mengisi keduanya, tutup Hendrik. (Ayi Abdul Kohar)

Gubernur Ahmad Heryawan Resmi Membuka Konferwil GP Ansor Jawa Barat

IMG_20160524_155508

Konferensi Wilayah XVI Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat yang dimulai pada Selasa (24/5) secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Konferwil yang bertempat di Aula Islamic Centre Kabupaten Sumedang ini dihadiri oleh seluruh perwakilan pimpinan cabang dan pimpinan anak cabang se-Provinsi Jawa Barat dan diagendakan akan selesai sampai tanggal 26 Mei 2013.

Ahmad Heryawan mengatakan bahwa benar adanya jika masa depan sebuah bangsa itu ada ditangan para pemuda. Begitu juga masa depan Jawa Barat. Karena kebanyakan para pemuda di Jawa Barat pengurus dan anggota GP Ansor maka saya tidak terlalu khawatir dengan masa depan Jawa Barat. Yakin Pemuda NU mampu membawa masa depan Jawa Barat lebih baik dari sekarang, tutur Ahmad.

Dalam kesempatan itu juga Ahmad Heryawan menyampaikan beberapa isu yang akhir-akhir ini berkembang tentang beberapa ormas yang menyinggung terhada Pancasila, Bhinneka tunggal ika, UUD 45, dan NKRI.

“Tidak perlu lagi ada diskusi kebangsaan yang membahas tentang Pancasila, Bhinneka tunggal ika, UUD 45, dan NKRI. Itu semua sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Kalau TNI mengatakan NKRI harga mati, maka saya dan GP Ansor pun harus tetap mengatakan NKRI harga mati”, tegas Ahmad.

Walaupun sekarang NKRI sudah kokoh, tapi kita harus terus waspada. Masih ada sekarang beberapa orang atau ormas yang ingin merongrong dan mencarut marutkan NKRI. GP Ansor harus lebih berani lagi melawan ormas tersebut. Kita lawan tapi lawannya secara baik-baik. Jangan melawan dengan kerusuhan atau dengan kemungkaran, ajak Ahmad.

Ahmad Heryawan juga menyampaikan hasil survei tentang mengapa orang suka berorganisasi atau aktif di berbagai ormas. Hasil survei itu sangat jelas bahwa orientasi seseorang aktif di organisasi ada tiga tujuan. Pertama ingin menjadi politisi, kedua ingin menjadi pemimpin LSM, dan ketiga ingin menjadi pegawai. Tidak ada hasil survei yang ingin jadi pengusaha. Padahal jadi pengusaha itu lebih baik.

GP Ansor kedepannya harus berani mengasah bakat-bakatnya untuk menjadi pengusaha. Orang yang shaleh itu mempunyai hak untuk menjadi pengusaha. Dan saya yakin GP Ansor semuanya orang soleh. Sangat indah rasanya jika ada anggota GP Ansor yang shaleh, jadi pengusaha, dan sangat dermawan. Jadi pengusaha itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan dapat menghidupi orang banyak.

Kedepannya saya kalau diundang oleh GP Ansor itu tidak hanya membuka kegiatan Konferwil saja, tapi undang saya dalam meresmikan perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh anggota GP Ansor. Ini pekerjaan rumah GP Ansor kedepan, jelas Ahmad.

Semoga Konferwil ini dapat menghasilkan program kerja yang baguslah serta dapat memilih ketua dan pengurus GP Ansor Jawa yang berkualitas, tutup Ahmad Heryawan. (Ayi Abdul Kohar)

Bendera Merah Putih, Bendera NU, dan Grup Hadroh Meriahkan Harlah NU

FB_IMG_1462889850690

Suasana peringatan Hari Lahir NU ke-93 Sumedang, Sabtu (7/5) semakin meriah dan semakin semarak. Bendera NU dan bendera merah putih dikibarkan dengan gagah oleh para jam’ah yang hadir di Aula IPP Pemda Sumedang dimana perayaan Harlah NU berlangsung. Hal ini dikarenakan kehadiran Grup Hadroh dari PK IPNU MA Plus Al-Hikam dan Al-Falah yang bersholawat di depan panggung.

Grup Hadroh PK IPNU Al-Hikam dan Al-Falah ini sudah terbiasa mengisi acara-acara NU di Kab. Sumedang. Grup Hadroh ini terbiasa mengisi acara ala-ala Habib Syekh. Sholawat-sholawat yang dilantukannya pun sholawat yang biasa dibawakan oleh Habib Syekh. Dan grup ini tidak kalah saing dengan grup Habib Syekh Ahbabul Musthofa.

KH. Sa’dulloh, ketua PC NU mengungkapkan rasa bangganya terhadap grup hadroh Al-Hikam dan Al-Falah.

“Walaupun grup haroh Al-Hikam dan Al-Falah ini bukan ahbabul musthofa yang biasa mengisi acara dengan Habib Syekh, namun grup hadroh ini telah menjadikan Sumedang lautan sholawat. Sama sperti halnya konser Habib Syekh.” Ungkap KH. Sa’dulloh.

Ketua panitia, Didin Nurodin juga menambahkan rasa senangnya terhadap kehadiran grup hadroh PK IPNU Al-Hikam dan Al-Falah yang dapat membawa hadirin bersholawat.

“Saya sangat senang dengan kehadiran grup hadroh yang seperti grup Habib Syekh ini di tengah-tengah warga nahdliyin. Saya teringat pada rencana awal kegiatan ini akan dimeriahkan dengan Habib Syekh, namun tidak jadi. Ternyata Allah lebih tau. Inilah grup hadroh Al-Hikam dan Al-Falah buktinya, yang telah memeriahkan suasana.” Ujar Didin.

Sholawat yang dilantukan diantaranya, Subhanalloh, Ashubuhu bada, Ahmad Ya Habibi dan banyak lagi yang lain. Suasanapun semakin meriah saat sholawat badr dan syiir NU dilantunkan.

Grup Hadroh PK IPNU Al-Hikam berdomisili di Ponpes Al-Hikamussalafiyyah Tanjungkerta dan grup PK IPNU Al-Falah bertempat di Ponpes Miftahul Falah Tanjungmedar. (Sholeh Nahru/Ayi Abdul Kohar)

Memperingati Rajaban Bentuk Aplikasi Kecintaan Umat Kepada Nabi

FB_IMG_1462812833020

Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Tanjungkera Sumedang menyelenggarakan Peringatan Isra Mi’roj Nabi Muhammad SAW atau lebih dikenal dengan kata “rajaban” pada hari Jumat (6/05).

Memperingati rajaban sudah menjadi agenda wajib tahunan yang selalu di selenggarakan oleh seluruh warga Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah. Hal ini sebagai aplikasi dari kecintaan warga Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah terhadap Nabi Muhammad SAW.

Ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah H. Sa’dulloh mengatakan, Kegiatan rajaban sudah menjadi tradisi nenek moyang di seluruh nusantara, karena memperingati rajaban merupakan suatu sarana untuk lebih meningkatkan kualitas serta kuantitas ibadah dan keimanan kita kepada Allah SWT serta merupakan bukti mahabah kepada nabi tercinta, Nabi Muhammad SAW.

Banyak sekarang yang ngakunya mencintai Nabi tapi melaksanakan kegiatan rajaban atau muludan saja tidak mau. Malahan memperingati rajaban atau muludan ada yang mengatakan bid’ah yang sesat. Ini tentunya pemaham yang salah. Mencintai Nabi itu tidak cukup diucapkan dimulut saja, tapi butuh aplikasi yang nyata.

Oleh karena itu mari kita bersama-sama meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT dan melestarikan sunah-sunah Nabi Muhammad SAW dengan cara berjamaah merutinitaskan setiapa kegiatan PHBI di seriap tahunnya, ajak H. Sa’dulloh.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah KH. Muhammad Aliyuddin, beliau menyatakan dalam mau’idzoh hasanahnya ”betapa penting nya solat berjama’ah bagi para pencari ilmu, dengan berkahnya solat berjama’ah maka ilmu akan mudah masuk karena solat berjama’ah selain mempermudah bagi para pencari ilmu juga dapat menjauhkan kita dari berbagai macam mara bahaya” tutur beliau.

Kegiatan rajaban di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah juga dimeriahkan oleh berbagai macam kegiatan yang bernilai positif mulai dari pembacaan rotibul hadad warotibul atthos (hadiyu), final khitobah 4 bahasa, gema solawat, dan Miss Al-Hikam. Tidak hanya itu, kegiatan ini semakin bergema dengan adanya grup tsamroh Al-Hikam yang senantiasa setia menaburkan solawat-solawat indah. Hal ini di karenakan bahwa bersolawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW adalah sunnah taqririyah dan dengan bersolawat rasa mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW akan terasa semakin lebih indah. (Nurkholis/Ayi Abdul Kohar)